JURNAL FEFLEKSI MINGGU KE -19
Jurnal refleksi minggu ke-19
pendidikan guru penggerak menggunakan model 4F merupakan model refleksi yang
dikembangkan oleh Dr. Roger Greenaway. 4F dapat diterjemahkan menjadi 4P,
dengan pertanyaan sebagai berikut (disesuaikan dengan yang sedang terjadi pada
saat penulisan jurnal):
1. Facts (Peristiwa):
Modul 3.1. . Pengambilan
Keputusan sebagai pemimpin pembelajaran
a. Koneksi antarmateri
Penyusun membuat kesimpulan
(sintesis) dari keseluruhan materi yang didapat, dengan membuat artikel ilmiah
terkait Modul 3.1. Pengambilan Keputusan sebagai pemimpin pembelajaran yang
dipublish di blog kompasiana dengan tautan:
https://hibbanedukasi.blogspot.com/2021/09/koneksi-antar-materi-modul-31.html
Dalam koneksi materi saya
menjawab 9 pertanyaan reflektif untuk menggali sejauh mana pemahaman saya Modul
3.1. Pengambilan Keputusan sebagai pemimpin pembelajaran. Saya jadi makin paham
materi pengambilan keputusan yang materi tersebut memiliki korelasi dengan
pembelajaran sebelumnya yaitu filosofi pemikiran Ki Hajar Dewantara yaitu
filosopi Patrap triloka, Kegiatan terbimbing yang lakukan pada materi
pengambilan keputusan berkaitan dengan kegiatan 'coaching' (bimbingan),
kesulitan-kesulitan di lingkungan sekolah yang sulit dilaksanakan untuk
menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika, pengaruh
pengambilan keputusan yang diambil terhadap pengajaran yang memerdekakan
murid-murid, pengaruh seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan
terhadap kehidupan atau masa depan murid-muridnya, dan kesimpulan akhir yang
dapat ditarik dari pembelajaran modul materi pengambilan keputusan dan
keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya.
b. Aksi nyata
Di aksi nyata penusun
Mempraktikkan proses pengambilan keputusan, paradigma, prinsip, dan pengambilan
dan pengujian keputusan di SDN 2 Lembar. Penyusun menjalankan rancangan yang
sudah dibuat pada tahap koneksi antar materi dan mendokumentasikan proses yang
terjadi dalam bentuk foto dan mengunggahnya sebagai portofolio.
a. Mulai dari diri
Aktivitas yang dilakukan dalam
mulai dari diri adalah mengingat ulang pengetahuan tentang faktor-faktor yang
memengaruhi ekosistem sekolah dan peran pemimpin dalam pengelolaan sekolah
dengan mengisi pertanyaan yang ada, merefleksikan hasil jawaban yang dimiliki
dari pengetahuan awal tentang materi ini dengan keadaan di sekolahnya, dan
mengajukan pertanyaan dan harapan tentang materi ini.
b. Eksplorasi konsep mandiri
Dalam aktivitas pembelajaran
eksplorasi konsep mandiri Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya saya belajar
Berpikir berbasis aset dan berpikir berbasis kekurangan/masalah, menggunakan
Strategi pengelolaan sumber daya menggunakan pendekatan Pengembangan Komunitas
Berbasis Aset (Asset-Based Community Development/ABCD), melakukan Pemetaan
sumber daya yang ada di daerah dan sekolah menggunakan tujuh aset/sumber daya
berdasarkan pendekatan Pengembangan Komunitas Berbasis Aset (Asset-Based
Community Development) CGP, mengidentifikasi faktor-faktor yang
mempengaruhi ekosistem sekolah, mengidentifikasi peran pemimpin dalam
pengelolaan sumber daya, memahami pengelolaan sumber daya yang ada di
sekolahnya dengan menggunakan pendekatan Pengembangan Komunitas berbasis Aset
(Asset Based Community Development/ABCD), memahami potensi sumber daya yang
dimiliki lingkungan sekolahnya, dan mengevaluasi hasil pemetaan potensi sumber
daya sekolahnya yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas proses
pembelajaran murid.
c. Eksplorasi konsep forum
diskusi
Di sesi ini saya mendiskusikan
beberapa pertanyaan yang terkait materi dari Eksplorasi konsep sebelumnya
dengan seluruh CGP dan dipandu oleh fasilitator, memahami potensi sumber daya
yang dimiliki lingkungan sekolahnya, mengevaluasi hasil pemetaan potensi sumber
daya sekolahnya yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas proses
pembelajaran murid, dan memahami cara berpikir dengan pendekatan asset-based
thinking.
2. Feelings (Perasaan)
Menikmati setiap alur dari
aktivitas pembelajaran yang telah dilalui adalah kunci setiap proses yang
dilakukan. Saya jadi makin paham bahwa dalam mengambil keputusan tidak
seharusnya melakukan keterburu-buran akan tetapi lakukan dengan berbagai
pertimbangan supaya yang diharapkan dari keputusan tersebut dapat tercapai,
menghasilkan keputusan yang tepat dan dapat dipertanggung jawabkan serta mampu
meminimalisir kemungkinan atau resiko yang akan terjadi dari ketidaktepatan
putusan yang diambil. Setiap anak memiliki problematika yang berbeda-beda satu
dengan yang lainnya diharapkan bahwa kita mampu memberikan pelayan prima bagi
mereka dengan pengambilan keputusan yang tepat yang dapat menjadikan mereka
lebih dewasa dan siap hidup matang mengisi masa depan mereka yang lebih baik.
Menyenangkan dapat menemukan
konsep baru. Konsep yang dapat memberikan perubahan ke arah lebih di dunia
pendidikan. Bagaimana kita sebagai pemimpin belajar menemukan/mengidentifikasi,
mengelola dan mengevaluasi sumber daya yang dimiliki sekolah sebagai kekuatan
yang dapat dimanfaatkan dan dimaksimalkan untuk menciptkan sekolah yang lebih
berdaya sebagai salah satu ekosistem yang akan menentukan pendidikan Indonesia
ke arah yang lebih baik.
Kita sebagai pendidik merupakan
salah satu factor utama yang akan menetukan masa depan anak didik kemudian
hari. Di tangan kitalah mereka akan menjadi apa dan menjadi siapa. Kita adalah
creator yang akan mengkreasi setiap keunikkan dan potensi mereka untuk bisa
berkembang dan melejit sesuai potensi yang mereka miliki. Tugas kita tidak
hanya mengajar, memberikan pengetahuan dan pengalaman kita. Akan tetapi harus
menjadi inspirator yang menjadikan mereka termotivasi untuk menjadi apa dan
menjadi siapa di masa depan. Salah satu kreasi kita adalah dengan pengambilan
keputusan tepat dengan proses coaching untuk menjadikan didik memiliki
keleluasaan spiritual, emosional, social dan intelektual.
Dalam modul pemimpin dalam
pengelolaan asset saya belajar bagaimana mengidentifikasi factor-faktor yang
mempengaruhi ekosistem sekolah, dalam modul ini pun saya belajar untuk
mengelola sumber daya yang dimiliki dan bagaiman mengelola sumber daya yang ada
di sekolahnya dengan menggunakan pendekatan Pengembangan Komunitas berbasis
Aset (Asset Based Community Development/ABCD) selanjutnya melakukan pemetaan
sumber daya tersebut dan mengevaluasi hasil pemetaan potensi sumber daya
sekolahnya yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas proses
pembelajaran murid.
4. Future (Penerapan)
Selanjutnya saya harus terus
berlatih dan belajar berhati-hati menentukan sebuah keputusan dengan berbagai
pertimbangan. Bahkan jika keputusan sudah diambil pun harus tetap melakukan
sebuah refleksi apakah sudah tepat keputusan kita, apakah sudah mewakili
aspirasi semua pihak dan sudah mengakomodir seluruh kepetingan dan harapan
semua pihak. Akan akan mengaplikasikan 9 langkah pengambilan dan pengujian
keputusan supaya dapat menghasilkan keputusan tepat dan dapat mengakomodir
seluruh kepentingan pihak yang terlibat. Selain itu saya akan coba untuk
mengidentifkasi sumber daya yang ada di sekolah Saya yaitu SMPN 2 Talaga,
melakukan pemetaan dan mengevaluasi hasil pemetaan tersebut. Proses akan
dilakukan sebagai upaya perbaikan ekosistem sekolah yang lebih berpihak kepada
murid dan mampu menciptakan kemerdekaan belajar, sehingga murid dapat hidup dan
berkembang sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zamannya.
Salam bahagia dan merdeka
Salam guru penggerak
Tidak ada komentar:
Posting Komentar